in

Benarkah Uang Bisa Membeli Cinta Sejati?

Uang dan Cinta Sejati — Uang bukan segalanya, tapi uang bisa membeli segalanya. Begitulah kata orang-orang tentang uang. Tapi, apakah uang bisa membeli cinta sejati? Pertanyaan ini juga terbilang unik karena kerap ditanyakan dari masa ke masa.

Loo Cheng Chuan, ahli keuangan sekaligus pendiri 1M65 Movement pernah membahas tentang keterkaitan antara uang dan cinta, seperti yang dikutip pada laman Dollars and Sense. Dalam tulisannya, Loo Cheng Chuan menggambarkan bagaimana pengaruh uang pada kehidupan seseorang.

Bahkan uang juga akan terlihat aneh ketika bagaimana seseorang akan menjadi lebih miskin karena mencoba terlihat kaya dan bagaimana banyak orang Singapura yang miskin walaupun telah bekerja kerasa dan rajin menabung.

Uang dan Cinta

Uang dan CInta Sejati

Banyak kasus yang sudah ditangani Loo Cheng Chuan. Bertahun-tahun ia kerap mendapati pasangan yang berkonsultasi tentang masalah keuangan. Menariknya, akar masalah itu tumbuh dari kesalahpahaman tentang cinta dan uang.

Pertanyaan akan cinta dan uang kembali membuatnya terusik setelah sang anak bertanya “Pa, apakah uang bisa membeli cinta sejati?” Pertanyaan yang membuatnya mengadakan jajak pendapat online untuk mendapatkan ragam perspektif dan pandangan.

Loo Cheng Chuan mengaitkan berbagai komentar di survei dengan pengalaman hidupnya sendiri untuk bisa memberi jawaban pada sang anak yang masih remaja. Bagi Loo Cheng Chuan, uang bisa membeli cinta sejati. Bahkan bisa dibilang, uang adalah unsur pembentuk dari cinta yang esensial. Oleh karenanya, bekerja keras, menabung dengan baik, dan berinvestasi dengan cerdas sejak muda. Ini dilakukan untuk meningkatkan kehidupan cinta di masa depan.

Sulit memang untuk menemukan konsep cinta sejati. Banyak orang yang menganggapnya sebagai cinta tanpa syarat layaknya cinta orang tua pada anak atau cinta manusia pada Tuhannya. Namun, pada kasus yang ditanyakan sang anak, ini adalah cinta antara pria dan wanita dewasa. Cinta untuk jangka panjang yang berakhir pada pernikahan.

Cinta Monyet Mungkin tak Membutuhkannya. Tetapi dalam Jangka Panjang, Cinta Butuh Uang

Berdasarkan survei yang dilakukan, umumnya anak muda tidak percaya bahwa uang bisa membeli cinta. Namun bagi responden yang berusia lebih tua, mereka setuju bahwa uang adalah bagian penting untuk hubungan yang langgeng.

Begitulah cinta, ketika masa remaja hal-hal sederhana seperti surat cinta sudah bisa membuat bahagia hati. Namun seiring bertambah usia, hidup memaksa kita untuk membutuhkan uang dalam suatu hubungan. Kebutuhan dan harapan terus bertambah, sehingga hadiah sederhana tidak lagi menarik.

Wanita, Cinta, dan Uang

Uang dan Cinta Sejati

Sudah menjadi pandangan umum bahwa pria cenderung menghindari hubungan percintaan  dengan wanita yang lebih kaya atau sukses. Apalagi jika si wanita juga berpendidikan lebih tinggi. Ini tak lain karena adanya ego seorang pria yang tidak ingin dianggap lebih rendah.

Pandangan ini juga diperkuat pada sebuah artikel CNA yang dibuat oleh dosen ekonomi dari salah satu universitas. Hasil penelitiannya mengindikasikan bahwa peluang stres yang dialami seorang suami akan lebih tinggi ketika mereka merasa perekonomiannya bergantung pada sang istri.

Baca Juga: 25 Kata-kata Cinta Romantis Berbahasa Inggris, Bisa Dicontek Buat Ngerayu Doi

Hal ini dimungkinkan karena semakin wanita mengurus finansial rumah tangga, maka semakin terluka ego sang suami. Kondisi semakin buruk apabila sang suami tidak memiliki kemampuan untuk mengubah keadaannya. Sebenarnya hal ini tampak tidak adil. Suami dan istri sudah selayaknya membangun keluarga secara bersama-sama. Namun dimasyarakat, istri akan dicemooh ketika bisa ‘mengalahkan’ suaminya dalam hal kekayaan.

Langkanya pria yang menikahi wanita dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi inilah yang akhirnya menciptakan kesan bahwa wanita sangat menghargai uang dalam hubungan cinta atau biasa disebut matre. Padahal secara survei yang dilakukan Loo, respon wanita sebenarnya mau menerima pasangan yang memiliki finansial di bawah mereka.

Uang dan Cinta Sejati

Di sisi lain, pria juga tidak memiliki masalah dengan pacar yang berekonomi rendah selama mereka mampu secara emosional dan memenuhi kriteria istri. Menelisik dari faktor budaya, dalam tradisi di Asia wanita mengambil peranan lebih besar di dalam rumah termasuk mengurus anak. Kondisi ini menjadikan wanita akan lebih memperhatikan kesejahteraan finansial rumah tangga.

Bagaimana mereka bisa terjamin keuangan rumah tangganya, bisa menyediakan makanan yang baik untuk anak-anak, menjadikan rumah nyaman, dan kehidupan yang sejahtera menjadi unsur utama jika ingin dianggap sebagai keluarga yang baik.

Jadi, Uang Bisa Membeli Cinta Sejati?

Bagi Loo Cheng Chuan, Lagu J.Lo “Love Don’t Cost a Thing” merupakan omong kosong. Suatu hubungan yang semata-mata hanya berdasarkan perasaan cinta namun mengabaikan finansial sulit berhasil dalam jangka panjang. Namun tak bisa dipungkiri pula bahwa beberapa hubungan cinta bisa bertahan dalam kesulitan ekonomi yang berkepanjangan.

Pada intinya, uang diperlukan untuk menopang kehidupan, dan cinta itu sendiri adalah bagian integral dari kehidupan.