in

Mau Berbisnis Tapi Modal Terbatas? Berikut Tips Memulai Bisnis Jitu untuk Anda!

Tips Memulai Bisnis — Banyak diantara kita yang tertarik untuk berbisnis. Tapi masalah klasik yang selalu menjadi alasan adalah soal modal. Ya, modal uang dalam berbisnis seperti sesuatu yang tidak bisa dihindari. Mau berbisnis, artinya harus menyiapkan modal besar. Kurang lebih begitu anggapan umum yang dijumpai.

Tapi, percayakah Anda bahwa memulai bisnis bisa dilakukan dengan modal kecil bahkan mungkin tanpa modal uang sama sekali?

Simon Paine, salah seorang pendiri dan CEO PopUp Business School mengatakan bahwa, “Anda bisa dengan mudah memulai bisnis tanpa uang. Mulailah bisnis, sesuai kemampuan yang Anda miliki. Tidak perlu sempurna karena kesempurnaan justru akan mematikan bisnis sebelum dimulai lantaran biayanya yang besar”.

Kembali pada pertanyaan awal, bagaimana cara memulai bisnis tanpa modal atau setidaknya bermodal kecil? Berikut ini delapan tips memulai bisnis yang bisa Anda lakukan.

Tips Memulai Bisnis

1. Kenali Kemampuan Diri

Bekerja sesuai kemampuan adalah hal yang paling mungkin. Begitupun dalam bisnis, mulailah dengan sesuatu yang memang menjadi keahlian dan kemampuanmu sendiri. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang Anda bisa, apa yang paling Anda pahami, keahlian apa dari dirimu yang bernilai jual, dan siapa kira-kira yang membutuhkannya.

Berbisnis sesuai kemampuan diri ini juga akan mengurangi modal. Mengapa? Karena dengan sesuatu yang sudah dipahami, maka Anda setidaknya sudah memiliki target pasar. Ini penting untuk meminimalisasi modal untuk biaya pemasaran.

Namun perlu diingat, sejatinya tidak ada bisnis yang benar dan yang salah. Hal itu sama halnya dengan tidak ada jaminan akan kesuksesan bisnis tersebut. Tetapi setidaknya, dengan memulai bisnis yang sesuai kemampuan akan mengurangi risiko tersebut.

2. Mulai dari Klien Potensial

Sebelum memulai bisnis, cobalah untuk berdiskusi dengan calon klien potensial. Hal ini penting untuk menggali kemauan klien dan menemukan solusi lebih dulu. Semakin dalam Anda menggali informasi, semakin mudah pula untuk Anda memulai bisnis tanpa harus mengeluarkan modal untuk sesuatu yang tidak jelas.

Seperti yang dikatakan oleh Marie Farmer, pendiri Mini MealTimes, ia telah bertemu banyak pengusaha dan pemilik usaha kecil yang sudah menginvestasikan ribuan dolar untuk perusahaannya. Namun, mereka baru menyadari enam bulan kemudian bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.

Akhirnya, uang, penawaran, dan waktu tersebut akhirnya terbuang lantaran terburu dalam memulai.

3. Menjalin Komunikasi dengan Senior

Membangun komunikasi dengan mereka yang sudah berpengalaman di bisnis terutama yang sejenis adalah hal penting sebelum memulai bisnis itu sendiri. Para senior ini setidaknya sudah beberapa langkah di depan Anda yang artinya memiliki pengalaman yang lebih banyak untuk dipelajari. Mereka sudah mengalami apa yang akan Anda alami sehingga Anda bisa melakukan antisipasi lebih awal.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Sri Mulyani? Sosok Panutan Milenial di Indonesia Ini Bocorin Tipsnya!

Richard Michie, CEO The Marketing Optimist juga membenarkan hal ini. Ia mengaku awalnya hanya mencoba belajar secara mandiri untuk menjalankan bisnis, namun itu tidaklah berhasil. Akhirnya, ia bergabung dengan kelompok wirausahawan. Dari sanalah ia bisa menggali informasi secara aktual. Selain itu, komunikasi ini juga membantunya dalam menumbuhkan bisnis melalui koneksi yang lebih luas.

4. Membuat Daftar Kebutuhan

Memiliki modal terbatas artinya Anda harus pandai mengalokasikan uang tersebut. Buatlah daftar kebutuhan dalam bisnis yang ingin Anda bangun. Cari informasi sebanyak-banyaknya melalui internet atau komunitas wirausahawan yang sudah Anda ikuti.

Setelah mendapatkan daftarnya, kelola kembali untuk mengetahui mana yang bisa Anda dapatkan secara gratis, meminjam, barter, atau harus membelinya. Usahakan agar seminimal mungkin kebutuhan yang harus mengeluarkan modal. Jika perlu, cari alternatif untuk hal-hal bermodal tersebut.

5. Kejamlah dengan Modal

Masih berkaitan dengan poin keempat, Anda harus kejam dengan pengeluaran untuk modal bisnis tersebut. Pertimbangkan dengan matang melalui penggalian informasi dan sesuai daftar kebutuhan yang sudah dibuat. Sebagai contoh, jika bisa dilakukan di rumah, tak perlu harus menyewa kantor. Dampaknya tidak hanya soal uang sewa, tapi bisa berpengaruh pada pengeluaran operasional lain.

Santiago Navarro, CEO dan salah satu pendiri Garcon Wines juga mengatakan demikian. Ia menyarankan untuk merampingkan modal di saat awal memulai bisnis. Menurutnya, Anda harus menghabiskan sesedikit mungkin modal, bekerja keras, dan fokus pada tujuan.

Lebih jauh, Danny Scott, SEO dan salah satu pendiri CoinCorner bahkan menyarankan untuk tidak menerima gaji selama enam bulan pertama bisnis. Menurutnya, ini dilakukan untuk memberikan kesempatan terbaik agar bisnis bisa tumbuh maksimal.

6. Tentukan Posisi Bisnis

Posisi bisnis berkaitan dengan target pasar. Jangan takut mengejar klien premium karena dalam bisnis, keuntungan akan datang dari bagaimana Anda memasarkan diri. Semakin tinggi Anda memposisikan bisnis, semakin besar peluang untuk mendapat pelanggan berkualitas.

Sebagai contoh, jika Anda adalah musisi profesional, jangan posisikan diri sebagai pengamen jalanan. Jika demikian, Anda akan diperlakukan sesuai posisi tersebut sehingga bayarannya pun tak lebih dari pengamen jalanan. Sebaliknya, jika Anda berani memposisikan diri sebagai musisi di konser mewah, maka pelanggan bersedia membayar lebih.

7. Fokus Pada Hal-Hal Strategis

Banyak pebisnis pemula terlalu bersemangat hingga ingin mencoba berbagai hal. Mereka melakukan banyak hal seorang diri, bekerja dengan jam kerja yang tidak teratur, dan menganggap itu sebagai suatu optimistme. Namun, cobalah untuk realistis.

Pergunakan waktu, uang, dan tenaga yang ingin Anda investasikan dalam bisnis secara bijak. Dari pada mencoba banyak hal sekaligus, lebih baik fokus pada satu hal secara konsisten.

Baca Juga: Butuh Inspirasi dan Motivasi untuk Meraih Sukses? Coba Tonton Film ini!

Studi oleh Small Business Trend menemukan bahwa 78% pemilik bisnis kecil mengakui kelelahan, stress, hingga sakit dalam dua tahun pertama bisnisnya. Hal ini justru membuat pengeluaran lain yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan bisnis.

8. Serahkan Pada Ahlinya

Banyak diantara pebisnis pemula juga menganggap ia mampu melakukannya secara mandiri. Pada akhirnya, mereka justru gagal dan mengeluarkan uang yang lebih untuk menutupi kegagalan itu. Sebagai contoh, jika Anda tidak mengerti akuntansi, maka lakukan outsourching untuk mempekerjakan ahlinya. Begitupun jika Anda tidak paham betul tentang web dan iklannya, lakukan outsourcing agar ada orang yang fokus melakukan hal itu.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam memulai bisnis. Menerapkan kedelapannya akan membuat modal yang dimiliki tidak terbuang sia-sia. Bahkan, tak sedikit pelaku bisnis di era digital seperti sekarang, bisa memulai bisnisnya dengan modal yang sangat terbatas. Semua kembali lagi pada manajemen yang baik.