in ,

Mudah Gelisah Hingga Sesak Napas? Ketahui Gejala Fisik Gangguan Kecemasan yang Mungkin Kamu Alami

Gejala Fisik Gangguan Kecemasan — Kecemasan (anxiety) menjadi respon alami tubuh terhadap stress. Kondisi ini muncul karena perasaan takut atau khawatir akan sesuatu. Setiap orang pun pasti pernah mengalaminya. Namun meskipun hal wajar, tetapi dalam kondisi tertentu kecemasan bisa menjadi sebuah gangguan. Hal inilah yang biasa disebut sebagai gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Gangguan kecemasan tentu bisa berdampak buruk pada kehidupan. Orang bisa gagal dalam wawancara kerja, gugup dalam mengerjakan tes, hingga malu dalam kondisi sosial tertentu. Kondisi kecemasan pada diri seseorang sendiri bisa ditunjukan melalui gejala fisik yang intens.

Memahami gejala fisik ini penting untuk bisa mendiagnosis gangguan kecemasan umum (Generalize Anxiety Disorder). Bahkan untuk memenuhi kriteria formal dari gangguan kecemasan umum, maka gejala fisik harus bisa dibuktikan pula.

Lantas apa saja gejala fisik yang bisa menjadi indikator adanya gangguan kecemasan pada diri?

Gejala Fisik Gangguan Kecemasan

1. Ketegangan Otot

Gejala Fisik Gangguan Kecemasan

Ketegangan otot yang bisa menjadi tanda gangguang kecemasan adalah rasa sakit tak menerus pada bagian bahu, punggung, leher, dan rahang. Dalam kondisi lain, ketegangan otot ini bisa membuat seseorang menjadi gelisah hingga menggigil.

Baca Juga: Rutinitas Pekerjaan Bikin Nggak Sehat! Ini 6 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan di Kantor

Pada orang dengan gangguan kecemasan, ketegangan otot pada tubuhnya tidak bisa pulih dengan sendirinya seperti orang normal. Mereka baru bisa pulih ketika mampu relaksasi dengan maksimal dan mendapat perhatian khusus seperti dengan bantuan obat-obatan.

2. Sakit Perut dan Masalah Pencernaan

Gejala Fisik Gangguan Kecemasan

Usus ternyata juga akan merespon rasa cemas pada diri. Respon tersebut sebenarnya tidak spesifik pada satu gangguan pencernaan. Namun beberapa yang umum terjadi adalah rasa tak nyaman pada perut seperti mual hingga masalah pencernaan seperti sembelit dan diare.

Hal ini tentu membuat orang yang mengalami gangguan kecemasan menjadi terganggu kegiatan hariannya dan bisa saja menyebabkan masalah medis lain.

3. Pusing dan Sakit Kepala

Gejala Fisik Gangguan Kecemasan

Tekanan psikologis karena gangguan kecemasan bisa memacu kekhawatiran berlebih. Pikiran mengelola rasa khawatir itu hingga melakukan upaya antisipasi yang cenderung pada ketakutan akan suatu hal. Pengalaman psikologis seperti inilah yang akhirnya berdampak secara fisik melalui rasa pusing dan sakit kepala.

4. Gelisah

Gelisah

Kegelisahan yang berkaitan dengan gangguan kecemasan bisa dimanifestasikan melalui perilaku mudah marah atau tubuh yang gemetar. Biasanya sang pengidap gangguan kecemasan tidak menyadari kondisi ini. Justru orang-orang sekitarnya yang bisa mengamati gejala fisik ini.

5. Lelah dan Insomnia

Lelah dan Insomnia

Rasa khawatir yang terlalu hingga menyebabkan lelah bisa menjadi tipikal dari mereka yang mengalami gangguan kecemasan. Lebih jauh, mereka dengan gangguan kecemasan bisa mengalami efek susah tidur. Waktu tidur mereka menjadi terganggua dan hal ini bisa mempengaruhi kesehatan fisik hingga psikologis.

6. Sesak Napas

Sesak Napas

Ketika cemas, detak jantung kita akan berdenyut lebih cepat. Seiring dengan hal tersebut, maka bisa menimbulkan efek sesak napas. Gejala sesak napas pada orang dengan gangguan kecemasan sendiri sebetulnya bisa dimungkinkan sebagai akibat dari rasa panik yang berlebihan.

Baca Juga: Ngerasa Sedih Terus? Ini 9 Hal yang Bikin Kamu Sedih dan Nggak Boleh Kamu Abaikan!

Gejala fisik yang dijabarkan di atas sejatinya adalah manifestasi dari kondisi medis akan gangguan kecemasan. Ini artinya, upaya penyembuhan harus dilakukan oleh  para profesional atau dokter spesialis, termasuk ahli kesehatan mental. Hal tersebut dilakukan karena kekeliruan penanganan dikhawatirkan bisa memicu masalah lainnya.

Namun dalam kondisi tidak parah, kamu bisa mengurangi gejala fisik tersebut. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, rajin olahraga, membatasi konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin, cukup tidur, meditasi, latihan pernapasan, hingga menjalin komunikasi dengan orang sekitar.