in ,

Narcissistic Victim Syndrome: Sebuah Gangguan dari Korban Pelaku Narsistik

Gangguan Narsistik1

Gangguan Narsistik, gokilbos.com — Dalam banyak artikel, pembahasan soal Narcissistic Personality Disorder sudah lumrah di bahas. Secara umum, gangguan mental ini dikenal sebagai perilaku abnormal akan kepribadian seseorang sehingga membuatnya minim empati, ingin selalu dipuji, egois, dan menganggap dirinya patut diperlakukan spesial. Tanpa disadari, ternyata perilaku ini bisa mempengaruhi mental orang-orang di sekitarnya yang menjadi korban. Kondisi inilah yang disebut dengan Narcissistic Victim Syndrome (Sindrom Korban Narsistik) atau ada juga yang menyebutnya Narcissistic Abuse Syndrome.

Apa itu Narcissistic Victim Syndrome

Belum banyak memang pembahasan terkait Narcissistic Victim Syndrome. Padahal, tidak hanya pelaku narsistik saja yang harus diperhatikan, melainkan juga bagaimana orang-orang disekitarnya yang menjadi korban perilaku Narcissistic Personality Disorder itu sendiri. Lantas kembali pada pembahasan, apa itu Narcissistic Victim Syndrome?

Kata ‘sindrom’ berasal dari bahasa Yunani ‘syn’ yang artinya ‘bersama’ dan ‘dramein’ yang artinya ‘lari’. Jadi, sindrom adalah serangkaian gejala yang cenderung terjadi bersamaan. Terkaita dengan Narcissistic Victim Syndrome, maka bisa disimpulkan bahwa ini adalah kondisi dimana seseorang mengalami beberapa gejala tak biasa dalam perilakunya karena suatu sebab yaitu perilaku narsistik dari orang di dekatnya.

Dalam mendiagnosis orang yang menderita Narcissistic Victim Syndrome, terapis harus bisa mengumpulkan tanda-tanda dan gejala-gejalanya. Pengumpulan tanda dan gejala ini dilakukan melalui rekam psikologis klien. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi bias antara Narcissistic Victim Syndrome dengan kesehatan mental yang lebih kecil.

Apakah Seseorang Narcissistic Victim Syndrome Menyadari Kondisinya?

Sedikit sulit untuk mengatakan bahwa seorang Narcissistic Victim Syndrome bisa mengetahui kondisinya. Secara alami, jarang seorang korban perilaku narsistik terdiagnosis secara sadar dan dirujuk ke psikoterapis. Ditambah lagi, kebanyakan layanan kesehatan mental hanya berkonsetrasi pada pasien narsistiknya, bukan korban.

Lantas seperti apa ciri bahwa seseorang mengalami Narcissistic Victim Syndrome? Berikut adalah beberapa ciri yang bisa menjadi rujukan dasar. Namun ini hanyalah ciri, harus dilakukan pengujian ke psikolog atau psikiater jika ingin mengetahui kepastiannya.

1. Selalu Merasa Sendirian

Gangguan Narsistik2

Tidak peduli bahwa kamu tinggal bersama seorang narsistik, makan bersamanya hingga berpergian bersamanya, perasaan sendiri adalah hal paling kuat yang dirasakan. Tanpa disadari, kamu mungkin sering meringkuk sendirian di kamar lalu termenung. Hal ini terjadi karena kamu hidup bersama ‘fatamorgana’, orang yang ada tetapi terasa tak ada.

2. Merasa Tidak Cukup Baik

Gangguan Narsistik3

Meskipun kamu sukses dalam karir dan memiliki kehidupan yang baik, tetapi perasaan yang dirasakan tidaklah sebaik itu. Kamu mungkin terasa seperti hampa dan tidak cukup baik dalam hidup. Hal ini terjadi lantaran tidak ada perhatian yang didapat dari narsistik yang ada di dekatmu.

3. Merasa Terkurung

Gangguan Narsistik4

Seorang narsistik akan menjadikanmu tidak berdaya dalam suatu hubungan. Mereka seperti seorang pengekang yang akan mengatur semua hidupmu. Akibatnya, kamu merasa tidak penting di dalam kehidupan.

Baca Juga: Kenali 13 Tanda Kecemasan Sosial dan Cara Mengatasinya

4. Memaksa Diri untuk Berkompromi dengan Pemikiran Sendiri

Gangguan Narsistik5

Sebelum menjadi Narcissistic Victim Syndrome, kamu begitu yakin untuk membela apa yang kamu yakini. Tetapi semenjak berhubungan dengan seorang narsistik, kamu mulai menoleransi semua pemikiranmu sendiri. Hidupmu seolah tidak lagi untukmu sendiri, bahkan cenderung mengabaikan kebahagian sendiri.

5. Terbiasa dengan Panggilan Kasar

Gangguan Narsistik6

Dalam sebuah hubungan, terkadang kita punya panggilan tersendiri kepada orang dekat. Dalam kondisi normal, panggilan ‘kasar’ mungkin masih dimungkinkan untuk candaan. Tetapi ketika berhadapan dengan narsistik, mereka akan menggunakan panggilan kasar itu untuk menjatuhkan kepercayaan dirimu. Mereka tetap berdalih sebagai candaan, tetapi pengulangan yang rutin juga bukan hal baik,

Itulah beberapa informasi seputar Narcissistic Victim Syndrome. Sebagai korban, memang sedikit sulit untuk memahami kondisi ini. Tetapi dengan pengetahuan yang baik, setidaknya kita bisa menganalisa diri sendiri agar terhindar dari efek keberadaan seorang Narcissistic Personality Disorder disekitar kita.