in

Paling Ditunggu! Akhirnya Red Velvet Comeback dengan Rilis MV Psycho

Red Velvet Comeback Psycho — ReVeluv, sebutan untuk para penggemar Red Velvet sudah menunggu-nunggu comeback-nya girl group idola mereka. Hal tersebut menguat sejak adanya postingan poster di akun resmi @Rvsmtown pada Rabu malam, 11 Desember 2019. Pada postingan itu, tampak foto yang cukup menyeramkan lantaran para personil Red Velvet mengenakan gaun pengantin putih dengan wajah ditutupi kain tipis.

Latar gelap menjadi penguat konsep horor yang ingin ditampilkan. Nampaknya, strategi SM Entertainment dengan merilis poster bertajuk ‘The ReVe Festival Finale’ tersebut berhasil membuat para penggemar k-pop semakin penasaran dan membuatnya menjadi perbincangan hangat di media sosial

Setelah perbincangan hangat tersebut bergulir hampir 2 minggu, akhirnya pada Senin, 23 Desember 2019 Red Velvet resmi comeback melalui lagu Psycho.

Grup yang beranggotakan 5 wanita bertalenta dan cantik yakni Irene, Seulgi, Wendy, Joy, dan Yeri tersebut menjadikan album ini sebagai lanjutan dari trilogi album mereka. Dua bagian sebelumnya yaitu The ReVe Festival: Day 1 dan The ReVe Festival: Day 2 sudah dirilis pada Juni dan Agustus lalu.

Red Velvet Comeback Psycho

Trending Youtube dan Twitter

Red Velvet Comeback Psycho

Baru beberapa jam di tayangkan melalui laman Youtube resmi SMTOWN https://www.youtube.com/watch?v=uR8Mrt1IpXg , Music Video Psycho tersebut langsung berhasil menduduki trending #1 Youtube Indonesia.

Trending Twitter

Tak tanggung-tanggung, kurang dari 24 jam setelah rilis, MV Psycho juga berhasil menjadi trending nomor 1 dengan total views lebih dari 12 juta. Hal serupa juga terjadi di Twitter, kata kunci redvelvet dan Psycho sempat beberapa jam menduduki trending dunia.

Konsep Unik dan Menarik

Red Velvet Comeback Psycho

Hal yang selalu membuat Red Velvet digemari salah satunya adalah selalu konsisten memberikan konsep-konsep unik nan menarik di setiap karyanya. Hal tersebut juga terjadi pada album baru mereka saat ini. Bahkan sejak perilisan poster yang menyeramkan, mereka juga menampilkan teaser dua konsep lain.

Baca Juga: Red Velvet Sukses Comeback dengan ‘Psycho’, Apa Makna Liriknya?

Keduanya yaitu versi studio dan versi day and night. Pada versi studio, Red Velvet tampil sangat ceria dengan tone warna yang cerah. Kelima personil sendiri memakai busana dengan nuansa retro. Sedangkan pada versi day and night, konsepnya menampilkan kesan misterius dan terkesan mengintimidasi.

Tema Lagu dan Clip yang Memikat

Red Velvet Comeback Psycho

Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, Red Velvet selalu menyuguhkan konsep-konsep unik dan menarik. Pada lagu Psycho kali ini, mereka mengusung musik yang lebih kalem dibanding dua single sebelumnya yaitu Umpah Umpah dan Zimzalabim yang lebih upbeat.

Tema yang dihadirkan persis seperti judulnya yaitu Psycho dimana kisah yang diangkat yaitu hubungan sepasang kekasih yang sering menyakiti satu sama lain. Hubungan yang tidak stabil dan penuh emosi menjadi pesan yang disampaikan pada lagu tersebut.

Tampilan clipnya juga tak kalah memikat. Mereka seperti biasanya selalu energik dalam setiap dance yang ditampilkan. Koreografinya sangat terkonsep dan setiap gerak memiliki makna sesuai lirik lagu Psycho itu sendiri. Bahkan beberapa gerakan langsung menarik perhatian dan mungkin akan menjadi tren baru.

Secara visual, video clip memadukan tone warna gelap dan monokrom atau abu-abu hitam sehingga nampak dramatis. Outfit yang dipakai juga sangat menunjang konsep dan mempertegas karakter masing-masing personil.

Tak ketinggalan, make up yang mereka kenakan juga sangat kuat menggunakan warna-warna bold. Kesan edgy juga ditampilkan dari penggunaan glitter di beberapa bagian seperti mata dan pipi.

Mengukir Sejarah dalam US iTunes Album Chart

Hal yang tak kalah membanggakan dari perilisan lagu Psycho dalam album ‘The Reve Festival: Final’ ini adalah berhasilnya RedVelvet menduduki posisi teratas dalam tangga lagu US iTunes Album Chart.

Mereka menjadi satu-satunya girl group asal Korea yang meraih peringkat 1 US iTunes Album Chart sebanyak tiga kali berturut-turut dalam satu tahun.