in

Tips Ampuh Mengobati Sakitnya Putus Cinta

Tips Ampuh Mengobati Sakitnya Putus Cinta — Putus cinta bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Dalam perpisahan tersebut, biasanya ada emosi, sakit hati, kemarahan, dan kesedihan yang menyertai. Namun seperti kata orang, waktu akan menyembuhkannya. Meskipun begitu, menunggu waktu bukan pula perkara mudah.

Penelitian yang diterbitkan The Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 11 minggu untuk seseorang merasa lebih baik setelah putus cinta. Studi lain juga menunjukkan bahwa diperlukan waktu hingga 18 bulan untuk sedikit pulih dari rasa sedih jika cinta yang putus itu adalah hubungan pernikahan.

Mengatasi patah hati merupakan suatu proses berduka. Proses ini akan berlangsung dengan cara yang berbeda-beda di setiap orang. Namun proses ini bukan berarti harus dibiarkan begitu saja. Dibutuhkan upaya untuk memulihkannya sampai pada saat dimana kamu merasa sudah melewatinya.

Mengapa Putus Cinta Begitu Menyakitkan?

Menjalin hubungan dengan orang lain sama seperti membagun ruang baru di kehidupan. Akibatnya, ketika kamu kehilangan maka akan terasa ada yang kosong di dalam kehidupan itu. Jadi, bukan hal yang aneh jika kamu merasa sedih bahkan seolah kehilangan tujuan hidup.

Tetapi jika kamu berkubang dalam rasa kehilangan itu terlalu lama, maka akhirnya kamu akan bergantung pada masa lalu. Alih-alih bergerak maju, kamu justru mati-matian untuk memperbaiki hubungan yang sudah lalu itu. Harapannya tentu saja untuk membuat dirinya kembali. Ini akan mempersulit pemulihan dan mungkin bisa membuat sakit yang lebih dalam.

Cara Mengatasi Sakitnya Putus Cinta

Meskipun sulit dan sakit, tetapi tak ada pilihan selain untuk tetap menjalani hidup. Anggap semua cinta itu adalah cerita masa lalu. Ya, itu mudah secara teori namun sulit secara praktek.

Oleh karena itu, kamu bisa melakukan beberapa cara agar proses melalui rasa sakit putus cinta bisa terlewati. Bagaimana tips dan caranya?

1. Menjalani Waktu

Mendapatkan seseorang yang baru adalah proses. Jangan paksakan waktu untuk buru-buru mencari pengganti. Mendapatkan ‘kencan kilat’ tidak menjamin rasa sakit dari putus dengan sang mantan akan hilang. Cara itu justru bisa saja menyakiti pasangan baru.

2. Menikmati Apa yang Dirasakan

Memang tidak ada yang mau menikmati rasa sakit. Tetapi faktanya, kamu memang harus merasakannya. Maka, tak perlu ditolak. Nikmati saja karena kamu tahu bahwa semua rasa sakit itu akan sembuh. Mencoba berpura-pura tidak sakit atau memaksakan diri menghilangkannya hanya akan membuat rasa sakit semakin kuat. Ingat, sedih bukanlah suatu hal yang memalukan.

3. Bicara pada Sahabat

Rasa sakit karena putus cinta biasanya tidak datang secara bersamaan di satu waktu. Ada proses didalamnya, dari mulai kaget, menolak, hingga sakit hati. Namun proses ini tidak bisa diprediksi kapan datang dan dalam kondisi seperti apa efeknya. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk kamu meminta bantuan teman terdekat sebagai support system.

Baca Juga : Jangan Biarkan Rasa Bersalah Membuatmu Terpuruk, Coba 4 Tips Ampuh Ini!

Bicaralah pada sahabat atau orang yang kamu percayai. Manfaatkan waktu bersama sahabat untuk menikmati hidup. Jika perlu karena merasa kondisi terlalu sulit, tak ada salahnya pula menghubungi terapis atau konselor. Setidaknya mereka lebih bijak dan berimbang dalam melihat keadaan.

4. Hapus Mantan dari Media Sosial

Rasa sakit tak akan sembuh jika kamu masih mencoba mencari tahu keadaan sang mantan di media sosial. Bahkan ketika dia memposting sesuatu dan tampil di beranda, luka itu akan kembali terbuka. Ini seperti mengulang-ulang sakit setiap kali dia tampil di media sosial.

Meskipun tergoda untuk kepo akan kegiatan si mantan, lebih baik untuk kamu fokus pada diri dan menghapusnya dari media sosial. Kamu pasti akan merasa lebih damai dengan tidak mengetahui keadaannya.

5. Hindari Komunikasi

Selain media sosial, kamu mungkin tertarik untuk menelpon atau mengirimnya pesan. Dalam keadaan sadar mungkin kamu bisa menahannya, namun bagaimana jika kebetulan kamu tengah mabuk? Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya kamu menghapus kontak sang mantan dari ponsel. Lebih baik lagi jika kamu juga bisa menghindari mabuk yang yang berlebihan.

6. Ingat Keburukannya

Rasa sakit putus cinta artinya kamu menganggap dia adalah sosok yang baik. Coba lihatlah secara jujur dan objektif. Dia tetap manusia yang pasti punya sisi buruk. Tak ada salahnya untuk mengingat semua keburukannya.

Baca Juga : Ngerasa Sedih Terus? Ini 9 Hal yang Bikin Kamu Sedih dan Nggak Boleh Kamu Abaikan!

Jika perlu, tulis dan buat daftar buat meyakinkanmu bahwa dia memang bukan yang terbaik. Pada intinya, jangan mengingat kebaikan dan momen romantis bersamanya jika kamu ingin cepat pulih dari rasa sakitnya perpisahan.

7. Fokus pada Dirimu

Hanya karena berpisah, apalagi jika dia yang memutuskan, bukan berarti kamu tidak pantas lagi untuk dicintai. Fokuslah bukan pada kesalahan yang mungkin kamu lakukan, tetapi pada apa yang membuatmu pantas diperjuangkan. Kamu berkualitas, jadi harus menunjukkan hal tersebut.

8. Menikmati Hidup

Datang ke spa, nikmati pijatan dan aromaterapi yang mereka berikan. Atau belilah buku dan nikmati sore sembari membaca dan menyeruput secangkir coklat panas. Lakukanlah apapun yang kamu sukai untuk menikmati hidup adalah cara ampuh melupakannya.

9. Temukan Kembali Siapa Kamu

Selama bersama si dia, mungkin kamu terperangkap pada kondisi yang itu-itu saja. Maka setelah putus, inilah waktu yang tepat untuk kembali menemukan jati dirimu sebenarnya. Cari tahu dan eksplor kemampuan yang kamu miliki seperti dengan bergabung komunitas hobi atau sejenisnya.

10. Lepaskan Kemarahan dan Pikiran Negatif

Terus menjaga amarah, dendam, dan menyalahkan bukanlah hal yang sehat. Segala emosi itu hanya akan membunuhmu perlahan. Sebaliknya, fokuslah untuk melepaskan kemarahan dengan menghentikan keinginan untuk menyalahkan. Jika ada pikiran negatif, alihkan dengan hal-hal yang lebih produktif.

Ingat! ‘Masih Banyak Ikan di Laut’

Sesulit apapun kamu menghilangkan rasa sakit putus cinta, percayalah bahwa ‘masih banyak ikan di laut’. Dia bukan satu-satunya, kamu akan menemukan yang lebih baik di kemudian hari. Namun semua itu juga harus diimbangi dengan membuka diri. Terpenting, perbaiki kualitas diri selama proses pemulihan dan pencarian.